10 Days Nanny's Diary

Nanny Day 1 - Friday, 8 March 2013 :  Lupa ngasih duit jajan!

Gue pernah mengalami kurang lebih 5 pagi di rumah salah satu kakak gue ini, on weekdays and weekend. Tapi biasanya gue malah jadi bagian dari yang ngeribetin bukan yang ribet, alias gue kudu dibangunin dan dilayani, just like her kids. Di rumah kakak gue yang lain, dimana gue lebih sangat sering menginap, anak-anaknya typical yg lumayan lebih gampang dan bapak ibunya lebih bekerja sama dengan baik. Jadi, gue juga gak pernah ikutan repot di kegiatan pagi mereka, baik on weekdays or weekend. So, this is my 1st time nyeret anak berat 20 - 30 kg ke kamar mandi dan kemudian rempong bersama si Mbak yang tugasnya menyiapkan baju dan makanan, sampai mereka berangkat sekolah. Mandiin, pakai baju, nyiapin tas, nyuapin sarapannya dan teng jam 7 berangkatlah mereka berdua ke sekolah, dengan ojek terpercaya yg masih family.

Gue? selain karena begadang utk set up event or keasyikan blog walking sampai pagi, baru kali ini jam 7 pagi, gue sudah merasa sangat lelah! But the shows must go on.. ada beberapa pekerjaan di laptop yang harus gue kerjakan, 2 bagian kamar besar (kamar 2 anak yg nyambung jadi 1) yang harus dibereskan, dan one of my team will pick me up at 9 for the working (and 'my private') trip to Asemka. Before that, kita sempet jenguk OB kantor yg kecelakaan motor.

Gue emang boleh pulang hari ini, dan gue pikir i will have fun with the trip dan mampir jenguk temen gue dulu sebelum pulang ke rumah. Taunya, perjalanan gue memakan waktu sampai 8 jam di perjalanan, sementara time for shoppingnya hanya 1 jam. After finish beli banyak kid's stuff to celebrate my bday, akhirnya gue pilih pulang langsung. Di kemacetan, gue tiba2 inget temen deket dr jaman SMA, yg tugas di Rantau Prapat - Medan, lagi di Jakarta dengan keluarganya. Pas bener mereka ada di Bekasi dan besok pagi udah harus balik ke Medan. Jadilah gue janjian di salah satu Mall di Bekasi Barat yang mudah dijangkau sama kita. Tim gue bawa belanjaan gue ke rumah dan gue pun turun di Mall untuk reuni sambil makan sushi.

I thought my day is ended happily dengan reuni itu. Tapi tiba-tiba my phone is ringing dan salah satu dari 3 anak yang gue jaga berbicara, "Hallo, tante Na dimana?". Gue, "di jalan mau pulang ke rumah sayang. Kenapa?". she said, "Yah, tante Na gak kesini ya? sepi nih disini". Me, "om sama kakak2 gak ada yg nginep ya? ya udah deh, besok tante kesana lagi ya". anak cantik itu pun menjawab, "bener ya Tan". Me, "Iya sayang, sekarang tidur sama mbak yaaa..". She finish the phone call by saying ok.

Sampai rumah, Mama nambahin feel guilty gue dengan bertanya, "Kok pulang Na? Anak-anaknya siapa yang jaga?" dan seterusnya pembicaraan mengalir ke evaluasi gue sebagai Nanny. Pada saat itulah gue menemukan sesuatu yang harusnya gue lakukan tapi gue lupa. Gue lupa ngasih duit jajan mereka tadi pagi!

Feel guilty pun memaksa gue bergerak terus membungkus kado yang gue siapkan for many children as a gift on my birthday. Papa gue yg memang mirip sinterklas, selalu mengajari gue berbagi di hari2 biasa dan terutama di hari ultah sebagai wujud rasa syukur. kado yang tadinya mau dibungkus hari Sabtu dan disebarkan hari Minggu, jadi harus segera dibungkus dan dibagikan besok sebelum gue kembali ke rumah kakak gue. So, lets finish to wrap the gift till drop!


Nanny Day 2 - Saturday, 9 March 2013: Should i get through this hard night alone on this house? Yes, I should!

Misi dah keburu di set up jadi mesti dijalanin. thanks to the 'Superman' yg udah nemenin gue bungkus kado lewat whats app dan bantuin mikir teknis penyebaran kado. Kado2 kelar jam 4 pagi dan misi jadinya baru dimulai jam 13.30 wib! Kelarnya? Maghrib dan gue galau antara mau hang out sama cepat balik ke rumah kakak gue.

Dasar emang gue is a girl with a high of responsibility, jadi gue terbang ke Pondok Aren langsung setelah semua kado tersalurkan. Ada beberapa yang dititip, karena sulit dijangkau. Sinterklas hitam dan Piet putih kali ini bekerja sama dengan baik! :)

Sampai di sana, gue disambut 3 bocah yang sangat amat menghibur. Makan malam sama mereka dan terus bergelut sama kenakalan dan kelucuan mereka, sampai mereka tertidur pulas beberapa menit sebelum jam 12. Padahal mereka exciting banget mau nunggu jam 12 to give me a happy birthday kiss. Anak yang perempuan (anak kakak gue yg pertama), gak mau tidur di tempat tidurnya, alias maunya tidur di sebelah gue di kasur tipis. Ya sudah, gue biarkan. Yang lain juga akhirnya tidur di bagian kamar yang sama. Bagian kamar anak perempuan. Mereka gak dapat kado, karena gue menghadiahkan kebahagiaan gue untuk mereka. Di waktu yang harusnya gue sibuk dengan galau malam ultah, gue rubah jadi suasana bahagia untuk mereka. Untuk diri gue sendiri juga. Hasilnya, gue benar-benar bahagia malam ini. SMS yg gue tunggu tidak datang, tapi gue bahagia. Do'a dan greetings, serta obrolan teman-teman di whats app malam ini dilengkapi oleh damainya tidur anak-anak, sudah cukup membahagiakan.


Ada syurga di wajah anak-anak yang sedang tidur! ;) #myquote

Nanny Day 3 - Sunday, 10 March 2013 : they love what i cooked!

Libur itu lebih melelahkan! Nggak ada kerempongan pagi sih.. Tapi sepanjang hari memastikan anak-anak hidup dan liburan dengan bahagia itu melelahkan. Semangat 45 kita mau kondangan ke Ciledug dan Tanah Abang by Taxi, harus pupus karena Taxi-nya gak ada yang berhasil menemukan rumah kakak gue yg letaknya di belakang perumahan di wilayah Bintaro. Tambah lagi, ada 1 anak dan Ibu (tamu-red) yang lumayan jadi 'tugas' tambahan, yaitu tugas sabar mendengar suara mereka yang berisik. both of them are talking so loud and so active!

Anak-anak yang dari pagi sudah semangat melihat dunia luar itu, akhirnya berenang (rumah kakak gue ada kolam renang-red) dan gue pun menyiapkan makan siang untuk mereka. Pizza mie hebat dengan bumbu asli tumisan gue sendiri pun medarat ke perut mereka by this hands. Berenang sambil disuapin itu nikmat! Itu yg gue rasain waktu kecil dan gue coba bagi nikmat itu sama mereka. Dasar anak kecil, sehebat apapun masakan gue yg mereka puji2 dan kandas tak bersisa untuk gue sendiri or si Mbak, tetep aja nagih keluar rumah.

Dua anak laki-laki yang sudah berusaha jadi anak baik sepanjang hari dan anak perempuan yang gak ikut berenang karena harus belajar ini, akhirnya memenangkan hati gue. Gue pun bertekad, biar gimana caranya, gue harus bisa bawa mereka ke mall terdekat.

Gak sengaja, temen gue yang lagi chatting sm gue dan tinggal di daerah Bintaro, bersedia mengeluarkan kita dari rumah. Gak persis dari rumah, tapi dari ujung jalan sempit yang nyelip di antara rumah2 mewah. Dan keluarlah kita untuk JJS alias jalan-jalan sore. Meninggalkan Om, Tante dan 3 sepupu kecil mereka yang baru saja datang dan kebetulan tamunya sudah pulang.

So, selain 3 pasang peluk dan cium dari 3 anak di pagi hari (setelah gue minta-red), gue dapet bonus peluk dan cium dari sahabat gue sejak SMA dan anaknya. Gue juga dapet hadiah novel dan tentu saja hadiah ngobrol ngalor ngidul khas BFF. Anak-anak gue kasih kartu main di play ground with a big budget dan silahkan main sendiri. Mereka sudah lumayan besar dan bisa saling menjaga krn mereka terdiri dari anak laki-laki kelas 4 SD (Ginda), ponakan kakak gue, dan anaknya sendiri, perempuan kelas 2 SD (Alma) dan anak laki-laki usia TK B(Atha).

Maghrib pun datang dan kita harus pulang. Tadinya gue berniat beli makanan yang enak untuk makan malam, karena menurut gue makanan mereka di rumah gak enak. Taunya mereka gak mau beli. Mereka mau gue masak lagi, apapun jenisnya. Mereka bilang, masakan gue super enak dan gue harusnya ikut ajang lomba masak di TV, "the Iron Chef". hahahahaha...

but heeeeeyyyyy.... it means, they love what i cook dan itu adalah prestasi besar di dunia masak-memasak gue tanpa mie instant sebagai bahan utama! :))

pulanglah kita ke rumah yg penuh dengan 3 anak laki-laki kecil usia kelas 2 SD, TK dan balita, yg kemudian ditinggal bapak dan ibunya sampai mereka tertidur. Karena masih harus nemenin Alma belajar, 3 anak tambahan itu ditemenin sama Mbak untuk siap-siap tidur di kamarnya. Kita ber-4, seperti biasa, tidur di 1 kamar setelah pada kekenyangan makan Nasi Goreng buatan tante Na! ;)

Anyway, ini adalah ultah yg leelaaaaaaaaaahhhh sekali!!!! boro2 sempat galau saking lelahnya!!!


Nanny Day 4 - Monday, 11 March 2013 : Runaway Nanny! ;)

Berhubung besok libur dan di rumah ada Om dan Tante mereka sampai besok...plus ada acara les kumon bareng sepupu2. Gakpapa kali ya ditinggaaal... Gue-nya honestly home sick dan dipikir2 ngapain jg disana.

Gue pengen pulang, pengen ketemu Mama, pengen jadi anak baik, krn gue semakin sadar jd ibu itu melelahkan.

Tapi, jadinya gue main dulu ke rumah teman  dan sampai rumah jam 9-an. Seperti sebelumnya, dia jemput gue di tempat yang sama pada saat anak-anak sekolah. Nggak runaway beneran sih, karena paginya gue pamit sm anak-anak and they finally said ok setelah diberi alasan dan diajarkan caranya bersenang-senang without me.

Mom is ok, everything is ok in the house, cuma gue yg gak ok alias super lelah. Mari tidur cepat!

Nanny Day 5 - Tuesday, 12 March 2013 : Mampir beli roti dan nugget ?? 

To be honest, gue gak terlalu suka belanja ala ibu-ibu. Sering banget dititipin beli roti sama Mama or Kakak gue, tapi ya dibeli walaupun malas. Tapi ini segala harus beli Nugget yang dipesan si Mbak by SMS. Felt so weird!

Karena gue berangkat dari rumah setelah maghrib, so sampai Pondok Aren, gue langsung bergelut sama soal-soal ujiannya bocah-bocah.

Libur telah usai! Lets get rock on this house! ;)


Nanny Day 6 - Wednesday, 13 March 2013 : Mencoba bekerja, tapi tak satu pun selesai dikerjakan!  



Keren kan suasana meja kerja gue? Yang bikin gak keren adalah suara TV yg disetel si Mbak kenceng banget, dan gue juga cuma punya waktu 3 jam buat kerja. Jam 11 anak-anak dah pulang dan laptop terpaksa ditutup demi kelancaran hidup kita bersama!!! hahaha.. kids will be kids! :)

Alhasil, diujung hari yang melelahkan ini, gue yang udah bisa lebih tenang merasakan kelelahan aneh ini, malah ngayal punya daycare. Udah lama sih sahabat gue dari kuliah ngajak bisnis ini, tapi gue baru dapet soul-nya malam ini. lets get sleep and dreaming od the day care then! ;)


Nanny Day 7 - Thursday, 14 March 2013 : From meeting to meeting & 'Aku Ingin Pulang'

Horeeee, hari ini meeting! padahal baru seharian kemaren juga di rumah, tapi seneng banget ada meeting. dan gak nolak pas diajak meeting setelahnya dan setelahnya, sampai 3x seharian ini. Seneng bisa liat dunia luar dan makan enak ala orang dewasa. Yeay! :)

Nanny yang baik sudah smp rumah sebelum jam 7 dan mengurus makan malam kemudian tentu saja belajar lagi untuk ujian besok. Mata pelajarannya mudah kok, cuma Budi Pekerti dan Bahasa Inggris. Kayaknya emang dari jaman dulu, kalau hari terakhir, mata pelajaran ujian emang paling gampang ya?

Sebelum tidur, kita selalu bermain dulu dan mengakhiri hari dengan bahagia. Hari ini, kebahagiaan mereka ada di janji gue yang akan masak lagi untuk mereka besok. Tidurlah anak-anak... tantenya mau mikir dulu bisa masak apa! *wew*

Dan seperti biasa...malam yang sepi selalu bikin gue merasa lelah dan mau pulang!
Text pun dikirim ke salah satu Tong Sampah : "Aku ingin pulang" *judulsinetronjadul*
No offense.. cuma mau pulang aja, even i do enjoy this baby sitting. :)

Nanny Day 8 - Friday, 15 March 2013 : Mama gak telfon, so i call her!

You know what? selama gue disini, Mama tiap jam 5 pagi telfon gue untuk ngebangunin. Actually gue selalu sudah bangun, karena alarm gue memang disetel untuk bangun jam segitu. Gue jg sudah bilang sama Mama, kalau gue pasti bangun. Tapi dia tetep telfon tiap pagi, selama gue disini. kalau gue tugas keluar kota, nggak pernah tuh ditelfon Mama. Sepertinya Mama worry about the kids, krn Nanny-nya dia kenal dengan baik sebagai tukang molor! hahaha..

Tapi anehnya, pagi ini Mama gak telfon. Gue baru sadar pas sudah jam 5.30, ketika sedang meriksa kembali tas anak-anak. Then i call her back and asked, "Mama, kok gak telfon Ina?". Mama said, "Kan udah bisa bangun sendiri? Ini buktinya udah bangun?". Me, "Iya sih bisa. Tapi enak kalo ditelfon. hehehe.. ini hari terakhir bangun pagi-pagi kok. besok mereka libur bisa bangun agak siang". Mama answered, "ya udah. baik-baik jaga anak orang Na". Me, "okey Kumiiiiii...". Dan beberapa menit setelahnya, gue masih senyum2 bingung and wondering, how can i have that kind of conversation with her? that was awkward and funny! :)

After the kids go to to school, gue sempet menyelesaikan satu proposal & budget yang gak kelar-kelar udah mau seminggu, then go to the supermarket with si Mbak. Belanja deh gue akhirnya kayak emak-emak! beli segala macem kebutuhan rumah yang gak ada, termasuk bawang putih dan bawang merah yang gak ada di tukang sayur karena mahal menurut si Mbak dan berita di TV.

Kita belanja untuk menu makanan sampai Minggu, buah-buahan, dll, termasuk kebutuhan gue akan Saos Sambal ABC dan mie instant. Gue dah mau sakau sama makanan anak-anak dan apa yang dimasak si Mbak. Nggak masuk kategori masakan buat gue yang punya koki hebat di rumah, alias my Mom!

Siang ini, anak-anak boleh ikutan makan mie instant dan chicken wing n drum sudah disiapkan di kulkas untuk persediaan sampai malam. Walaupun biasanya Jum'at malah setelah pulang les, mrk dan sepupu2nya yang juga les bareng, pasti ditraktir makan malam sm Om yang nganter mereka.

Karena anak-anak akan hangout sama sepupunya, the Nanny juga ijin untuk hangout ke Mbak dan anak-anak. Gue pun ngantor dulu beberapa jam setelah mrk lunch, trus meet my nephew then go for dinner with some ladies. After dinner, masih ada jadwal ketemu dengan, what can i call her ya, kolega or friends from Surabaya. I'm not sure what to call her, but it was a very full of lessons meeting. Sampai akhirnya hari ini harusnya dikasih judul, Nanny pulang pagi! hehehe.. kesian nih si Mbak, gue banguning almost jam 2 pagi untuk bukain pintu! *mesem*

Nanny Day 9 - Saturday, 16 March 2013 : Gak jadi Porseni dan gak jadi pulang!

Porseni itu kegiatan anak2 TK se-kecamatan Pd. Aren. Tadinya gue mau anterin Atha ikut Porseni, tapi pas dipikir-pikir, i'm not ready bergabung sama ibu-ibu lain di kursi penonton, melihat anak-anak ikut lomba. Pass dulu deh gue! Mendingan gue beresin rumah dan menghadapi si Kakak yang lebih sulit ditangani untuk berangkat les sama sepupunya.

Akhirnya gue cuma survey lokasi with ojek-nya anak-anak, supaya Atha gak harus ikutan ngumpul di Sekolah pagi buta. Gue kan pernah jadi guru TK, jadi gue tau deh mana yang harus diikutin, mana yang nggak dari agendanya ibu guru TK. Gue prefer Atha langsung ke lokasi yang setau gue gak jauh dari rumah, biar gak terlalu lelah. Eh taunya lokasinya persis di seberang komplek perumahan depan rumah ini. So, Atha diberangkatin di waktu yang mepet dengan acara.

Si Mbak sempet complain pulangnya, krn begitu datang dia harus cari rombongan ada dimana dan langsung lomba. Gue senyum2 aja, krn buat gue, tetep that was the best way to make my boy have a lot of energy sisa untuk bermain di sepanjang hari libur ini. Daripada energinya habis panas-panasan di lapangan untuk dengerin sambutan ketua pelaksana Porseni dan ritual pembukaan lainnya! hehehe...

Dan menu makan siang hari ini, adalah capcay kuah isi brokoli, kembang kol dan ddaging ayam giling, chicken wings, plus.. jreng..jreeeeeng... martabak ayam wortel ala Chef Naaaa.. tadaaaa...



Anak-anak yang semenjak malam bertambah jadi 4, dan pagi ini bertambah jadi 6, makan dengan lahapnya. Antara laper krn berenang dan enak, kata emak2 yg bawa anak alias tamu rumah ini yg berisik itu. Yes, they are back to the house, tapi kali ini gue biarin berisik, krn gak ada yang harus belajar dan tidur siang hari ini.

After lunch, ibu dan anak itu pulang dan anak asuh gue bertambah 2 lagi. Total jadi 7, dan tiba-tiba si Mbak ngasih kabar harus mudik krn ibunya sakit. Skenarionya tetep gue pulang, krn Om-nya dan bibi di rumah Om-nya yang akan jaga mereka semua ber-8 di rumah itu. Gue dan kakak gue sepakat, kalau gue gak usah ada ditengah-tengah keruwetan yang melibatkan keluarga besar. Gue nya gak mau tepatnya! In my opinion, kalau ada keluarga yang bisa handle, gue yang org lain gak usah ikutan mendingan. Biar gak ada konflik interest nantinya.

Sorenya, kabar kepulangan ortu mereka yang harusnya Minggu pun berubah jadi Senin dan kita kedatangan Om, Tante dan 3 anak mereka yang kecil-kecil. Ngebayangin masih ada 2 malam untuk anak-anak lalui dengan Om dan sepupu segitu banyak, akhirnya Mbak Na dan Mbak Nur memutuskan tidak jadi mudik! hehe..

Anak 8 bertambah jadi anak 11, dan chef Na malam ini bikin telur dadar yang di kocok sama sisa isi martabak, kornet dan tomat. And again, they love it! Kali ini mereka makan pakai piring sendiri2. Gile bener kalo gue suruh suapin tuh 11 anak. Mondar-mandir nyuapin 6 anak yang berjejer aja pinggang gue pegel, apalagi 11! Dan emang gak harus juga kok. Ada anak yg sudah SMP dan pasti gak mau disuapin dan anak-anak yg disuapin bapak ibunya, dan sisanya juga bisa makan sendiri. Cuma Atha yang harus disuapin dan emang i love to do that! He's so lovely! :)




Seerrruuuuuu banget malam ini, sampai akhirnya malam ditutup dengan nonton film Tintin di tv cable dengan beberapa anak-anak lari2an, kemudian Om, Bibi dan 4 anak pun pulang. Om, Tante dan 3 anak tidur di kamar tamu, dan gue dengan 4 anak tidur di kamar kita. Its our room for the last night. What so sweet is, Alma dan Atha udah 2 malam maunya tidur sekasur, umpel2an sama gue. Sempit dan gerah, tapi envy! :) Malam ini, semua tidur di kasur masing-masing sama sepupunya.

Nanny Day 10 - Sunday, 17 March 2013 : Kids Day Out & Go Home!

Nanny nya hari ini nekat bangun siang. Bangun pagi, ngintip anak-anak sarapan dimasakin Tantenya, tidur lagi, dibangunin Mbak yang akhirnya pamit beneran mudik dan denger suara Tante mereka masak for lunch, kemudian tidur lagi, bangun, bebenah kamar dan sedikit chatting, mandi, kemudian turun kebawah for their lunch dan mengatasi kerusuhan anak-anak yang sepanjang pagi main dan berenang.

Om dan Tante beserta 3 anaknya pun pamit pulang. Tinggal gue sendirian menghadapi rumah kayak kapal pecah dengan 4 anak. Thanks GOD sudah ada opor ayam dan pudding coklat for their lunch. Bebenah dapur dulu, lanjut ruang TV dan bikin rute untuk mereka satu persatu mandi. Setelah itu, suap menyuap pun dimulai.

Not so long after that, rombongan Om dan 4 anak plus Bibi mereka pun datang lagi, then we go to the Mall. Bibi tinggal di rumah, tapi rumah udah rapih kok. Mbak Na udah bebenah. ;)






Sampai Mall, 4 anak cowok main di arena permainan sama Om-nya, 4 anak cewek karaoke sm gue.   Setelah sejam karaoke, tetep mereka main lagi di arena permainan sampai pegel. Rempong? Nope! gue sangat berpengalaman kok ngangon bocah beraneka umur kayak mereka. Perbedaan umur bikin mereka bisa saling jaga. Gini-gini gue mantan guru TK, les, dsb, yg sering juga jalan-jalan. Di-booking untuk baby sitting juga bukan pertama kali. Cuma paling lama ya 2 malam liburan or seharian nge-mall, bukan 10 hari pake ujian sekolah begini.

After nge-Mall, they go to buy a drive thru fried chicken for dinner and i go for Mom. Cuma sempet peluk dan cium Atha yang emang gue pangku di mobil. Yang lain di sepanjang hari juga udah gue peluk-peluk n cium-cium sih. Trus gue turun dengan 2 tas kek pembantu mau mudik, took a cap then go to my Mom and have some quality time with her. The Nanny is finally go home sambil menyerahkan anak-anak itu ke pemiliknya, Tuhan YME. :)

-end-

This day and my whole life is heaven!!! I'm so much blessed for these tiring days and for each 'full of lessons' days of my life. Soooo much blessed and always makes me think, "Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan???". 

All praise is due to Allah!!! 

And for all parents in the world, i would like to share a poem. Please find below.. :)


Anakmu bukan milikmu (Kahlil Gibran)

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu, 
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

 
i'm gonna miss them so much & miss our days for the rest of my life! tx for teach me many lessons kids.. wish all the best for all of you! :-*
  

Comments

Popular posts from this blog

A letter for Sarah Dina Tobing (‘my heart live report’ of maroon5 concert)

PAPUA, SEMENTARA & SELAMANYA

mamaku tercinta...