the best role model


Beberapa hari yang lalu, gue update status, "don't get 'burned' if u don't wanna get burned". Maksudnya, kalau gak mau terbakar api neraka, jgn 'kebakar' sm apapun yang diterima, dilihat, didengar dan dirasa, kecuali disentuh alias nyentuh api beneran. Gak kebayang akan berapa lama gue terbakar sm api neraka, krn gue seringkali terbakar sama hal2 yang gue terima, liat, dengar dan rasa dengan jangka waktu yang panjang, bahkan banyak yang akhirnya tidak berujung.
 
Menerima sesuatu yang tidak sesuai keinginan kita memang bukan hal yang mudah. Marah, sedih, susah, duka dan nestapa pasti melanda dan panjang pendeknya tergantung bobot sesuatu yang diterima tersebut. ada beberapa bahkan yang hilang sekejap ketika kita menemukan dan baca life quote yang pas banget sama apa yang kita rasa. tapi ada juga yang sepanjang hidup harus kita bawa di hati walaupun kita tidak mau. pilihannya kadang2 ada di kita dan bahkan kadang2 kita gak punya pilihan, alias gak berdaya mencegah or melawan rasa2 tsb. and then we call our self a normal human being... *ngeles*
 
me? gue pilih terus berfikir untuk mencari cara, mengulang nasihat2 teman2 di kepala gue, membaca dan mencari tau bagaimana orang lain mengatasi masalahnya dan kemudian berkaca and talk to my self, "TUhan tidak akan merubah keadaan kita, kalau kita sendiri gak berusaha merubah keadaan kita". gue pilih menjalani hidup dengan terus menata ulang isi kepala dan hati tiap saat gue merasa butuh. gue pilih terus belajar dari kehidupan orang lain di sekitar gue n thanks GOD, with social media, its an easy thing to do!
 
soooooo many people gue telusuri kehidupannya and soooooooo many story or books gue baca untuk belajar dan berusaha menjalani hidup dengan sebaik2nya no matter how much hal2 tidak menyenangkan hinggap di indera gue. sampai pd suatu hari gue sadar, kalau di deket gue ada role model sejati of 'life must go on'. role model ketabahan, kesabaran dan kekuatan sekaligus. and I call her Mama since i know her.
 
Masa kecil sampai remajanya harus dilalui dengan membantu Ibunya mencari nafkah untuk 5 adiknya krn ayahnya pergi meninggalkan mereka. Setelah dewasa menikah dengan laki2 yang buat gue adl the best father but the worst husband in the world. kemudian punya anak-anak yang super duper egois, gak perhatian, banyak nuntut, sering bikin sedih dan marah dsb, padahal bajunya dicuciin dan makannya plus segala keperluannya disiapin dengan baik tiap hari.
 
Di masa hampir tua dan lelah mengurus anak2 yang beranjak remaja, dia ditinggal suaminya untuk perempuan lain. sementara anak2nya sibuk dengan dunia remajanya dan cuma mikirin sekolah, jajan dan main, which is itu semua dipenuhi dengan baik oleh sang Ayah dan sang Ayah pun jadi pusat perhatian. sedih, sepi, terkucilkan, cemburu dan sakit luar biasa pasti gelantungan di kepala dan hatinya tiap hari pada masa2 itu. tapi dia tetap menjalani fungsinya sebagai ibu dengan baik. baju kita tetap yang paling bersih dari bagian dalam sampai luar karena setiap hari ganti dan makanan kita tetap yang paling sehat dan lezat. hasilnya adl kita anak2 yang nyaman beraktifitas tiap hari, bulet dan sehat!
 
Pada suatu saat, Mama gak kuasa menahan sakitnya dan memilih hidup disekitar teman2nya untuk meringankan beban hatinya. Dia dianggap salah, dihakimi dan anak2nya diambil Papa. Sakitnya Mama pun berkembang menjadi sakit fisik, berat badannya turun 50kg lebih dlm waktu beberapa bulan hidup tanpa anak2nya. Gak kebayang bagaimana Mama menjalani hari2nya sendirian di rumahnya. Sebanyak2nya teman, tetap aja rasanya beda sama keluarga. Gue aja yang pernah kehilangan someone special, hampanya luar biasa walaupun lagi ada di kumpulan teman-teman. apalagi Mama yang harus kehilangan suami dan anak2nya sekaligus? mengerikan rasanya!
 
Tapi pada masa2 itu, mama tetap menerima cucian kita (yang susah2) seminggu sekali dan memperlakukan kita seperti raja dan ratu kalau kita berkunjung atau dikunjungi. Sering mama datang ke kontrakan kita, cuma untuk masak, bebenah, ngabisin cucian, nyikat kamar mandi, bongkar dapur dsb trus pulang ke rumahnya. Sampai pada akhirnya papa meninggal dan kita kembali ke Mama. kita kembali disaat Mama sudah menata hidupnya dengan susah payah dan hidup Mama tiba2 berubah status jadi single parent dengan 3 anak kuliah dan 1 anak SD tanpa warisan sepeser pun. Wow! gak kebayang apa rasanya jadi Mama pada saat itu.
 
Mama jualan aaapaaaaa aja untuk menghidupkan kita. sampai 2 kali ganti lokasi buka warung nasi di pinggir jalan sampai kita semua kerja. Masalah hidup mama nggak berhenti disaat kita kerja, krn kt cuma anak2 egois yang biasa hidup enak dan cuek sama kebutuhan rumah tangga. dan itu hanya masalah materil. Secara moriil, merasa bergantung sama anak2nya jg jadi masalah tersendiri buat Mama, bahkan sampai sekarang.
 
Rasanya gak ada masa yang benar2 indah buat Mama. Kalaupun ada, tidak berlangsung lama. Bahkan sekarang Mama harus dipaksa menerima kenyataan kalau anak2 perempuannya belum menikah dan sudah dilangkahi oleh adik laki2nya. Untuk yang satu ini, gue sampai beli buku yang judulnya 'three wedding & Jane Austin'. Buku yang bercerita tentang seorang ibu yang menghadapi 3 anak perempuan usia menikah dan menua tapi belum berjodoh. gue dapet banyak pelajaran dari buku itu. terutama pelajaran kalau buat mama hal ini sama sekali tidak mudah. Bu Sri, tokoh di buku itu masih lebih lumayan, krn anak2nya cantik dan sukses alias gak terlalu bermasalah seperti kita. lagipula anak2 bu Sri otaknya pada normal dan tidak memandang pernikahan sebagai suatu yang mengerikan seperti gue.
 
Soooo... hidup mama sama sekali tidak menyenangkan buat gue! let me say it again...sama sekali tidak menyenangkan!!! Anak2 yang super egois dan cucu yang hanya bisa ditemui sebulan sekali or more menurut gue tidak menyenangkan! pagi2 menyiapkan sarapan dan keperluan anak2nya, sepanjang hari di rumah sendirian, memasak, mencuci dan bebenah rumah lalu menghadapi anak2 yang pulang dengan sikap yang aneh2 kayak orang paling lelah sedunia, buat gue sama sekali tidak menyenangkan! dibayang2i keinginan punya mantu dan cucu dari anak2 perempuannya setiap hari, buat gue sama sekali tidak menyenangkan!! sering menangis krn tersakiti sama sikap anak2nya buat gue sama sekali tidak menyenagkan!! tapi Mamaaaaaaa.... WOW!!!
 
Mama dengan segala hal yang tidak disukai dan tidak diharapkan, selalu jadi Mama! selalu mengurus rumah dan anak2nya dengan baik! selalu mempersembahkan rumah, baju dan makanan yang terbaik! selalu memaafkan anak2nya dengan baik! selalu berusaha memaklumi dan mendampingi dengan segala daya upaya yang dia punya!
 
Mama memang gak seperti mama2 lain yang mendengarkan, memberi nasihat dan berteman dengan anaknya. Tapi rasanya sama aja, ketika kita lagi galau, lalu mama senewen ngeliat kita galau, ngomel2 gak jelas dan keluar dari rumah menenangkan pikiran dan beberapa saat kemudian pulang dengan cerita, makanan or ajakan makan dengan segala keceriaan yang dia bisa kasih. Sama kan? lebih hebat malah!
 
Mama selalu bermetamorfosis. Setua ini dia masih berusaha menyelami kehidupan, menjawab tantangan dan berusaha bersikap baik terhadap hidup. berusaha menjalani hidup dan perannya sebagai Mama dengan baik dengan segala kekurangan dan keterbatasannya. Mama terlihat sekali memerangi karakternya yang membuat kita sering bertentangan. Mama berusaha bahagia dan mengerti akan kebahagiaan kita yang buat dia aneh. Mama sering banget keliatan berusaha menghibur kita yang lagi galau, walaupun dia gak ngerti apa2 tentang hidup kita di luar sana. Bahkan Mama sering kelihatan berusaha menahan amarah ketika kita berkata dan bersikap tidak baik dan menahan sedih ketika kita menyakiti.
 
Itu semua diluar masakan enaknya, sayur dan buahnya yang sesuai kebutuhan, cemilan yang kita suka, jahitan di baju2 kita yang robek, tas dan sepatu kita yang tiba2 bersih, sprei dan mukena yang tiba2 berganti dengan yang baru and many more!
 
Badai apapun rasanya boleh datang menghampiri Mama. Tapi Tsunami sekalipun rasanya gak akan bisa bikin Mama berhenti menjalani perannya sebagai Mama dan manusia yang baik bahkan lebih baik setiap harinya. and that is what every human should do! staying alive and being the best di hidup yang diberi TUhan dengan segala berkahNYA yang luar biasa.
 
now, feels like.. i don't have to ask people or read a book about life! i have the best role model in my house already!!
and guess i'll be a good living human being if i'll keep thinking about her everywhere i go! ;)
 
#maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

 

 


Comments

Popular posts from this blog

A letter for Sarah Dina Tobing (‘my heart live report’ of maroon5 concert)

PAPUA, SEMENTARA & SELAMANYA

mamaku tercinta...